Thursday, June 14, 2007
Kangen Odong-odong
Monday, March 26, 2007
Friday, March 23, 2007
Monday, March 05, 2007
Thursday, March 01, 2007
Monday, February 12, 2007
Anyway, Banana cake yang saya buat sorenya menghapus rasa sebel setelah berdesakan naik ke kereta ekonomi. Beruntung saya langsung ditawarin tempat duduk sama seseorang.
Oya jangan seperti saya yah, siang salah jalur dan sore nya salah loyang. Iya loh loyang yang saya pakai kegedaan karena untuk 6 telur padahal telurnya cuma 4. Soalnya hanya itu yang saya punya, makanya kue jadi kelihat pendek hehehe…
Resepnya ada di Jackie belajar masak…
-------------------------------

Beberapa minggu mejelang, kesibukan terjadi disana. Semak belukar dan bunga liar yang menutupi jalan mobil dan dibeberapa tempat dipangkas atau dirapikan. Gudang tempat acara akan diadakan juga bersihkan sana sini. Tukang-tukang berlomba dengan hari menyelesaikan perbaikan dapur dan tembok dibawah gudang. Kita memutuskan untuk menutupi tembok dengan batu kali supaya terlihat natural dan senada dengan toilet garden.
Disca dan anak-anak – Carlo dan Levi, menginap di Vila hari Jumat malam. Vila ramai sekali dengan suara anak-anak walaupun yang paling dominant adalah suara Ob. Ob susah banget berbagi dengan anak lain. Apapun yang dilakukan Carlo, Ob juga mau. Sudah disekolahkan tapi egonya masih besar juga, Untunglah kedua kakak beradik itu sabar dengan Ob. Begitu juga dengan teman disekolahnya yang baik-baik banget menghadapi Ob. Akhirnya membuat Ob tambah semakin gede saja egonya. (Pelajaran buat saya)
Malam itu saya capek banget, sejak sehari sebelumnya mempersiapkan belanja buah dan mempersiapkan goody bags sampai malam lalu paginya sudah pergi ke Dpk ambil snack dll. Siangnya ke Dpk lagi jemput Disca. Bersama Alex (siapa lagi?) saya langsung naik ketempat tidur dan tdur pulas sampai pagi. Suara anak-anak seperti lalabay indah pengantar tidur.
Sabtu siang di Gudang kita merayakan wisuda saya yang jatuh tanggal 3 Maret, Ultah Ob tanggal 16 Feb, Gudang yang siap digunakan dan Andre yang dapat kerja di PT. INCO di Surowako. Banyak!
Acara tertunda sejam karena macet. Hari itu memang sehari sebelum Imlek jadi macet total di Bogor. Meski begitu banyak juga yang datang dari keluarga saya sedangkan teman Alex lebih banyak yang berhalangan. Parahnya mobil berisi makanan terjebak macet karena harus menjemput Hervig, teman Alex. Anyway, dengan perut yang lapar kita mulai kebaktian singkat dan tidak lama pun makan. Makanan langsung diserbu!
Vila hujan deras. Saya dan mintje harus bolak balik gudang – vila untuk mengambil beberapa barang yang bodohnya lupa disiapkan dari pagi. Seperti: sendok sayur, tambahn piring dll..
Hujan masih turun. Makanan tinggal sisa dan beberapa mulai sibuk bungkus-bungkus. Satu satu mulai pulang, tersisa kita-kita yang muda *cieeeh masih muda nih…* duduk bercerita. Ob kesana kemari dengan Timi menganggu…
Arisan dikocok. Saya dan Ob yang dapat, horeee!!
Hujan masih turun dan udara mulai dingin. Akhirnya mobil terakhir pun pergi. Sedih tiba-tiba gudang jadi sepi. Tapi saya masih harus beres-beres sendiri. Angkut barang kotor dan bersihkan sampah dan botol-botol bir.
Menyenangkan berkumpul bersama kerabat dan keluarga walaupun capek dan lupa makan.
----------------
Water oh water Jakarta diguyur hujan dan banjir pun terjadi. This time the flood is a disaster - it's even worse than 2002 Ketika ke bandara awal February lalu kita sempat saksikan sepanjang jalan tol diatas Kelapa Gading dijadikan parrkiran sementara utk mobil angkatan laut dan pribadi. Daerah situ seperti danau saja, air dimana-mana. Alex naik pesawat yang berikutnya karena kita terjebak macet dari pintu tol Taman Mini sampai persimpangan kearah semangi – priok yang biasanya 5 menitan molor jadi 1 jam! Males banget keluar ke Jakarta kalau tidak penting. Tanggal 3 setelah nemenin saya wisuda, Alex ketemu temannya di Jakarta. Pulangnya sudah malam dan kita juga tidur. Besoknya Alex cerita kalau semalam terpaksa jalan dari jembatan di samping Mal Jambu dua karena taxi yang ditumpangi tidak bisa lewat situ. kabarnya siang hari air sungai sempat naik sampai melewati jembatan walaupun saat Alex lewat air sudah mulai turun – masih setinggi jembatan katanya, tapi jembatan tertutup buat mobil. Saya rasa jembatan sudah ada sejak dulu sehingga kondisinya juga sudah mulai mengkawatirkan. Jembatan sempat tertutup selama 2 minggu untuk perbaikan. Sementara Jakarta masuh diguyur hujan dan warganya ketar ketir memikirkan rumah yang terendam, kekurangan air bersih dan beragam penyakit yang menghantui, kami disini menikmati hujan dengan santai membaca atau main internet sambil sesekali memandang keluar melihat rintik hujan yang turun dari jendela rumah kami yang besar. Hujan memang tidak deras namun hujan seperti begini yang ditakuti masyarakat Jakarta karena awet sampai seharian dan membuat kiriman air mengalir deras ke Jakarta. Biasanya hujan yang deras disertai guntur dan petir cepat berhentinya namun orang yang baru ngerasain hujan di Bogor pasti akan takut dengan cahaya petirnya yang seperti menyambar-nyambar sangat menyeramkan disusul dengan bunyi mengelegar dan biasanya setelah hujan rela jalanan akan dipenuhi dengan ranting yang patah. Kali ini semuanya berbeda tidak ada ranting yang patah atau cahaya petir dan gelegar yang mengagetkan seperti biasanya.

Kalau sedang nginap di Dpk, Ob tetap mandi berendam. Kamar mandi dirumah ortu memang tidak besar maklumlah rumah prumnas.
Namun ortu cukup beruntung dapat rumah di pojok sehingga ada kelebihan tanah karena itu ortu bisa buat dua kamar mandi satu di kamar dan didekat tempat cuci piring buat tamu. 
Friday, January 12, 2007
Berita duka dan sukacita datang dihari yang sama tanggal 16 February. Mertuaku, ibunya Alex dan Omanya OB, Louise Korns meninggal dalam tidurnya diusia 91 tahun. Beliau wanita yang kuat, ketika badai Katrina beberapa waktu yang lalu melanda tempat tinggalnya di New Orleands, beliau tetap enjoy walau mengungsi dua kali dan merasa semua itu sebagai adventure. Alex sempat mengunjunginya tahun 2005 beberapa saat setelah badai terjadi. Sedih rasanya menyadari beliau sudah tidak ada lagi, apalagi saat Christmas lalu terlewat tanpa menelfonnya…
Disaat yang sama, OB merayakan 1st birthday nya di Depok. Saya yang memotret dan Andre yang mendesign undangan serta t’shirt nya. OB suka sekali naik odong-odong maka di hari ultahnya kita sengaja menyewa 2 odong-odong untuk digunakan sesuka hati bersama teman-teman kecilnya.
Sehari setelah ultah, OB di disunat di RS Medistra. Sebaiknya dilakukan sewaktu lahir sehingga tidak terlalu sakit. Bener saja, OB demam bahkan tgl 18 pagi sempat step, akhirnya kita bawa kembali ke RS dan opname selama 4 hari.
Bulan April, OB mulai berjalan…
kaki mungilnya menopang tubuh yang miring kekiri dan kekanan…
27 April – 1 May, OB kembali masuk RS. Penyakitnya sama, demam tinggi. Sedih rasanya melihat OB diinfus… tapi OB nakal, infusnya suka dilepas sehingga harus dipasang lagi ditempat yang lain. Sakit kan??
Bulan Juni, OB sudah memiliki passport Indonesia.
Di minggu kedua, OB mengikuti summer class selama dua minggu di Santana Preschool sekitar 100 meter dari rumah. Sebagai trial, apakah OB mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sebagai anak umur 16 bulan, Alex merasa OB belum perlu sekolah secara resmi, menurutnya Tumbel Tot lebih tepat bagi OB. Sebaliknya, saya merasa OB perlu kegiatan lebih menarik dan banyak variasi
dibandingkan Tumbel Tot yang sudah dijalani OB selama 8 bulan.
Untungnya OB bisa menunjukan bahwa dia enjoy dengan lingkungan barunya bahkan sejak awal kita tidak pernah menungguinya selama dia belajar 3,5 jam. Awal semester baru, 20 July adalah hari pertama OB sebagai murid di Santana Preschool sekaligus murid termuda, tapi jangan salah, badannya sama seperti anak 2 tahun lainnya. Bangga rasanya melihat OB dengan seragam barunya…
Vila juga menyedot perhatian kami sekeluarga. Hampir setiap weekend kita habiskan disana. Letaknya disudut yang sunyi dengan view kota Bogor, Rancamaya dll yang jelas terlihat apalagi jika malam hari, lampunya kelap kelip seperti lampu natal… tidak membosankan bagi kami sekeluarga untuk menginap disana. Hasil kebun (organic vegetables) tahun ini lumayan banyak untuk konsumsi sendiri. Ada bayam, tomat, jagung, terong, cabe, sledri, daun salad, dll. Kami akhirnya juga memiliki sawah yang ditanami padi organic.
Perbaikan gudang dan toilet garden berhasil diselesaikan sebelum akhir tahun. Toilet garden memiliki jendela lebar dengan pemandangan kearah hutan pinus. Mandi makin asyik dengan sower dari bambu. Sedangkan dapur akan dikerjakan dibulan Januari ini.
Semoga dengan selesainya dapur, gudang sudah bisa digunakan oleh umum. Sehingga ada dana yang masuk…
Ulang tahun Alex di bulan September dirayakan di Bango bersama WIPA dengan tumpengan, sedangkan ultah saya yang berselang 3 hari dirayakan di Depok.
Project saya berikutnya dibidang fotography adalah undangan pernikahan Ian dan Anna. Sedangkan design nya seperti biasa ditanggani oleh Andre. Sayangnya kamera yang biasa saya gunakan sedang diperbaiki sehingga menggunakan kamera Minolta lama.
menyenangkan… acara tukar kado.
Tuesday, December 26, 2006
X'mas 2006 and New year 2007
Merry Christmas day and New Year 2007
-----------------------------------------
6 Desember 2006
Coming soon
Pohon Natal di rumah ortu di Dpk sudah dipasang sejak hari Minggu dan kaos kaki sudah terpasang dipintu-pintu kamar, hm.... menunggu diisi kado....
Di Bangu akhir bulan lalu pohon pinus sudah aku beli tapi sekarang masih dihalaman belum dimasukin kerumah takut stres karena baru beberapa hari pindah di pot. Namun beberapa hiasan sudah digantung dipintu kamar.
Suasana Natal sudah mulai terasa, buah-buah kering mulai dicampur dengan rum.
Hm.... sebentar lagi wangi kue masak akan tercium dari pintu oven yang terbuku.
Menghitung hari...
*Te' Serly minta kue spekuk dong...
Love,
Keluarga Korns
Sunday, November 19, 2006
Bush dan Bogor
Thursday, November 16, 2006
Kangkung, Kuda Laut dan cerita lainnya
Barang sudah masuk di mobil, OB sudah terikat di carseat nya, Thinki Winki sudah ditangannya. Apa lagi yang ditunggu??? Pergi yuk!
Kita berangkat jam 11 dengan tujuan : Atm Permata. Alex perlu ambil uang dulu karena Kuda Laut hanya menerima pembayaran secara cash. Pertama kali ke sana tahun 2004, waktu bayar kita kaget karena tdk terima Card akhirnya satpamnya ikut kita ke PL untuk ambil uang padahal jarak PL ke KL 7 kilo kasihan satpam malam-malam naik ojek balik kesana sedangkan kita tancap gas langsung ke Bogor. Dari Atm kita ke took bangunannya pk Alfred. Dia ini langganan kita untuk keperluan bangunan di Vila. Asyiknya bisnis dengan beliau, pembayaran bisa dilakukan dengan transfer setelah barang dikirim. Asyiknya lagi dia orang Manado dan istrinya org NTT yang senang gaul, kebayang kan timur ketemu timur? Yang ada ketawa terus. OB duduk tenang di car seatnya ditemani Tinki Winki.
Tujuan selanjutnya Vila. Sampai vila perut sudah keroncongan! Untung ditempat Pk Alfred sempat beli supermi dan telur. Alex minta dibikinkan Sandwich. Perut kenyang tujuan selanjutnya PL. Ternyata ditengah jalan kita berenti-bernenti lagi beli durin dan alpukat. Terakhir telah tiba di Pl kita belok kanan kearah kota untuk cari roti hitam. Bayangkan mana ada yang jual roti hitam di PL? karena alex tetap ngotot, yo.. kita cari dan bener kan tidak ada yang jual.
Samapai di penginapan sudah jam 4. Kaget, kok kering kerontang begini yah? mana hijau-hijaunya. Ternyata sudah 6 bulan tidak hujan disana. Yah sudah lah..
Yang panic OB dong, begitu lihat air merengek-rengek minta berenang dan arah laut sendirian, sedangkan Alex langsung ganti baju dan siap-siap ke laut. Aku? cari buku di perpustakaannya Kuda Laut. Tau nih lagi males saja berenang.
Balik dari laut, alex bawa roti gandum panas-panas baru keluar dari oven. Tau kan bagaimana roti keluar dari oven? Hm… wanginya!
Akhirnya bisa juga kita makan roti enak disini.
Karena pembantu dirumah mau ber Lebaran di rumah anaknya maka mas Tomo harus balik ke Bango sore ini. Seperti Lebaran tahun lalu, dia kebagian jaga rumah dan baru pulang kampong setelah 2 minggu kemudian. Mobil ditingal karena kita mau cari supir tembak selama berlibur. Aku tidak bisa diharapkan buat nyetir, kagok jalannya berkelok-kelok dan naik turun… kalau aku nyetir sepertinya tidak ada yang mau jadi penumpang hehehe takut kecelakaan yah??
Hari kedua di KL.
Pagi-pagi OB sudah siap dengan jaket pelampungnya siap nyemplung di kolam. Bener deh nih anak kalau liat air kok tidak tahan buat nyempung padahal belum juga pup. Bagaimana coba kalau keluar selaginya bereang enak-enak di kolam. Oho jangan!.
Setelah nyiapin sarapan gado-gado buat alex, aku dan min ke restoran makan pagi, Ob juga ikut setelah dibujuk setelah ini boleh berengan sepuasnya. Bener loh hari itu ada kali kalau ditotal 5 jam OB di kolam berenang. Memang sih tidak langsung selama itu tapi 2 jam lalu keluar makan siang trus berenang lagi lalu keluar tidur siang trus berenang lagi. Puas banget deh jagoan kecilku main air.
Sore itu aku dan alex ke PL cari duian. Semalam kita makan durian ternyata kurang karena OB yang tidak kita perhitungkan sebelumnya ternya suka dan makannya cepet banget. Aku belum selesai dia sudah minta lagi. Gawat nih anak. Jadilah kita harus pergi lagi dan Alex juga sudah dapat supir tembak namanya pk. Mamad saudaranya supir peninapan ini. Sip lah! Lumayan murah buat 2 jam kita bayar dia 50ribu sedangkan diatas itu Cuma bayar 75 ribu sampai lima jaman. Murah dan keluargaku tidak perlu takut aku bakalan nyetir hehehe
Hari ketiga di KL
main pasir dipantai

Siap ke pantai. Yaa... kali ini OB mau main pasir di pantai dan main ombak. Sun cream sudah dibalurin dibadannya. Aku bilang sama mintje siap-siap Ob semakin tambah hitam.
Dengan membawa membawa mainan sendoknya, OB main-main di pasir putih. Ada kali 2 jam-am baru balik kekamar. Itu juga karena aku mau beli ikan segar buat dibakar. Kalau liburan kesini kita selalu bawa pangangan ikan supaya bisa sesukanya makan ikan segar. Kalau di Bango kan ikannya sudah di es-kan. Kapan lagi yah?
Aku dan alex suka ikan layur karena dagingnya manis makanya hari ini kita beli ikan layur 3 buat hari ini saja besok yah beli ikan lagi. Tadi sudah tanya-tanya kalau besok mereka tetap jualan ikan walaupun Lebaran. Tau ngak 3 ikan sepanjang-panjang lengan Cuma 5 ribu rupiah doang! 5 ribu gitu loh, hari gini?? Bukan satu lagi tapi tiga booo! Aku tidak pakai nawar langsung beli coba kalau ditawar yah mungkin 3 ribu dapat kali hehehehe kasihan atuh.
Kita baker ikan di pantai karena anginnya gede jadi bakarnya cepat. Mas tomo keterlaluan deh masa kita dibekalin areng sekarung buat berlibur! Padahal perlu juga tidak banyak2 kok.. mungkin dipikirnya biar juragan gue makan ikan sepuasnya kali yee makanya gue belikan sekarung sekaligus!
Siang itu kita makan enak. Sebenarnya tidak ada kompor dikamar kita tapi kita selalu bawa gas kecil dan peralatan masak supaya bisa masak. Pengumuman nih, suamiku suka banget sarapan gado-gado atau kredok makanya kalau berlibur kita selalu bawa sayuran dan bumbu buat bikin sarapannya. Bisa dibawangkan kalau kita berlibur mobil penuh dengan barang-barang: sayuran, kompor, pangangan, buku, baju-baju. Untung kita tidak bawa anjing kali ini coba ayo kalau bawa… sepertinya kita butuh truk deh hehehehe…
Soreannya kita rencana mau lihat kelelawar. Mereka keluar jam 5an jadi kita pergi jam 4. Ternyata tidak tepat jam 4 karena Alex kehilangan sandal gunungnya tidak tau dimana padahal sudah cari-cari sampai ke pantai, sandal tetap tdk ketemu. Akhirnya bilang sama org hotel supaya carikan. Kita tetap berangkat walaupun masih penasaran dimana sandal itu. OB tidur sepanjang perjalanan dan kita bangunin setelah sampai.
Sudah jam 5.30 ketika kita mendekati goa kelelawar. Bener deh satu dua kelelawar sudah mulai keluar dan pas kita sampai mereka keluar berombongan. Kita telat datang sih padahal pengen sampai mulut goa biar bisa lihat kelelawar yang masih bergantungan. Coba kalau sandal tidak hilang yah..?
Sampai malam sandal belum ada kabarnya. Hari ini hari terakhir puasa jadi malam ini malam takbiran. Sepi booo tidak sama seperti di Dpk. Suara beduk sih ada tapi Cuma sampai jam 12 kali yah kalau di Dpk kayaknya tdk pernah berhenti tuh. Buat aku yang bukan muslim sepertinya malam takbiran kurang berasa gitu. Coba kalau di Dpk, saat ini lagi ngitungin siapa lagi yang belum nganter ketupat heheheh… kebiasaan tiap tahun.
Hari keempat, Lebaran!
Sepi… kok tidak sama sih?
Untunglah seperti janji supir tembak kita kemarin, hari ini setelah solat dia mampir membawa ketupat dan daging. Asyik bisa juga merasakan suasana Lebaran dalam kesepian. Untungnya juga ada ketupat itu karena restoran baru buka agak siang. Stafnya solat dulu kan…
Alex sih tetap kita buatin gado-gado tapi kita bertiga makan ketupat. Sambil makan tangan sibuk SMS.. Met Lebaran yah.
Sandal Alex sepertinya benar-benar hilang. Aku bilang ke dia supaya langsung beli sandal begitu kita balik lagi ke Bogor. Supaya cerita sandal hilang tidak terdengar lagi dikupingku. Soalnya sedikit-sedikit Alex tanya kapan terakhir kali aku lihat sandal itu atau mengira-ngira dimana terakhir dia pakai. Lama-lama kan bosen juga ngedengerinnya.
OB seperti yang sudah ku cerita gila berenang kan jadi nih sambil makan pelampung tetap di badannya supaya setelah itu langsung nyemplung kolam atau masuk ke air laut. Anakku tambah hitam!!
Sementara OB berenang, aku jalan ketempat org jual ikan cari ikan segar. Janjian sama alex ketemu disana. Bedanya aku pilih lewat jalan raya sedangkan alex pengen lewat pantai. Ya sudah yg penting ketemu disana. Ternyata aku sampai duluan… panas-panas gini aku mana mau jalan santai mana tdk bawa paying! Setelah alex datang, kita berdua milih ikan tongkol dan tengiri buat menu hari ini. Harganya ayo tebak berapa? 15ribu doang!
Alex balik sendiri ke penginapan sedangkan aku cari dian. Dia ini satpam yang dulu kawal kita ambil uang di Pl ketika kita pertama kali nginap di KL. Sekarang dia tdk kerja lagi di KL dan jadi tukang ojek. Aku cari dia kerumahnya yg dekat tempat jual ikan karena mau ke Indomaret. Susu Ob ternyata habis booo. Yah sudah deh digonceng dian panas-panas kita ke Indomaret cari susu. Ternyata susunya tidak ada, aduh sebel juga kenapa tdk bawa sekaleng lagi dari rumah buat persediaan. Akhirnya beli susu yang ada saja toh besok pagi juga sudah pulang. Dijalan balik ke penginapan iseng aku cerita ke dian kalau sandalnya alex hilang. Ciri-cirinya warna abu-abu dan ukurannya gedeee banget. Ukuran raksasa deh.
Sepanjang jalan itu aku lihat suasananya sepi banget, panas sih dan orang lebih suka diam di rumah tapi ini kan Lebaran masa sih tdk seperti Lebaran dalam bayanganku.
Menjelang malam kita duduk-duduk di teras. Alex lagi tanya ke org KL kenapa standing lamp nya berasap sedangkan aku, min dan OB baca buku di teras. Buku yang aku hafal banget.
TRAIN. Masa sih OB minta cerita nya diulang-ulang terus dari mulai dari kita berangkat kesini sampai saat ini buku it terus yang minta diceritain. Sebenarnya itu buku sekolah tapi kerobek sama OB jadi harus diganti. Saat ini buku TRAIN sudah tdk karuan, halamannya copot semua tapi tetap saja jadi buku fav. Lagi bacain buku, dian datang bawa platik hitam. Katanya kehilangan sandal, mungkin ini cocok.
Walah… kok jualan sandal sih. Pengen bilang kalau alex tdk bakalan mau beli sandal gunung disini. Dibuka saja plastiknya katanya. Hm… loh kok?? Ini kan sandal gunung suamiku!
Ternyata dian dengar ada yang jual sandal gunung letaknya dekat penginapan Ocean Queen milik Nick teman alex juga dan memang sih alex kesana cari Nick mungkin hilangnya disana. Dian datangin orang yang jual kata si orang dia beli dari orang lain harganya 25 ribu. Hehehe sandal suamuku dijual murah amat! Alex senang banget sandalnya ketemu, untung aku naik ojek nya dian dan cerita sama dia.. Thanks banget sama Dian. Persenan ? yah ada deh.
Sandalnya langsung dipakai katanya kangen tdk ketemu beberapa hari. Kira-kira ada tdk yah yg beli sandal Alex? Kaki nya gede banget booo no 45!.
OB juga kakinya gede banget. Sekarang umurnya 22 bulan tapi ukuran sepatunya 28!!!
Hari kelima – Pulang!!
Bentar lagi kita pulang. OB dan alex sempat berenang. Selagi mereka berenang aku cuci mobil. Kemarin liat mobil diparkiran kok debu banget besok pagi-pagi harus dimandikan dulu. Malu ah jalan dengan mobil kotor. Kata adikku, mobil cermin dari pemiliknya. Setelah barang-barang beres aku masukin ke mobil baru mobilku cuci. Sengaja biar setelah itu tdk dibuka-buka lagi sampai saatnya pulang. Enak nya bapak dan anak berenang-renang…
Alex bilang pk. Rob yang punya KL ngajak kita mampir dirumahnya ditebing dekat penginapan. Hanya dia bilang suasananya lagi gersang. Akhirnya kita putuskan tdk usah mampir kali ini mungkin lain kali jika kita kesini musim hujan supaya liat suasana hijau – hijau.
Jam 10 cabut.. balik ke Bango.
Dijalan kearah PL kita mampir makan durian dulu. Kali ini OB makan sedikit dan muntah. Untungnya tdk apa-apa, sepanjang jalan dia tidur di car seatnya. Kita juga sempat berenti beli mangga muda. Alex lagi pengen makan.
Sudah waktunya makan siang! Kita berenti di restoran Bambu Kuring di jalan raya Sukabumi. Ada teh hijau alsi cina yang rasanya pahit banget. Bagus buat penurun kolestrol.
Dari situ kita langsung ke vila. Ternyata menjelang sampai di vila hujan deres. Senengnya lihat hujan setelah kering kerontang di PL. Di vila tidak lama cuma nurunin areng yang masih penuh sekarung walaupun sudah dipakai ngebakar tapi tetap saja masih banyak. Alex turun periksa kebun sayur dengan pk. Oting yang tdk pulang kampong. Hujan masih turun..
Sudah sore ketika kita tiba di Bango. Hujan masih deras. Senengnya sampai dirumah… sebenarnya sih aku lebih suka diam dirumah Lebaran gini. Suka suasananya yang sepi... jadi bisa ngebut bawa mobil sekitar rumah. Brem brem...
*********
Pertengahan October 2006
Alex tidak suka jika OB kita ajak ke Depok naik kereta, walaupun itu kereta Pakuan ekspres. Katanya banyak kuman disana. Mungkin tapi aku lebih milih naik KA daripada naik mobil, malas terlalu lama. Aku yakin dengan makanan yang bergizi dan kondisi badan yang sehat OB tidak akan sakit walaupun banyak kuman di KA. Kuman ada dimana-mana kan??
**************
Awal October 2006 lalu OB pulang sekolah dengan membawa amplop putih. Ternyata bukan uang *kirain gitu, hehehe...* tapi progress report.
Begini isinya:
OB is very active and energetic. He likes to do whatever he wants. The first month OB in school, it was a little bit difficult to deal with him on the red line. He could not sit nicely for a long time. It is common for children in his age. Now, he is able to sit a little bit longer and pay attention to the teacher. Even thought he has not been able to sing the whole song yet, he watches his friend carefully while they are singing.
In the class, we never forced him to do the work that he does not like. In his age, we believe that he has to be able to explore as much activities as possible with adult supervision and guidance. So, OB still exploring all apparatus in Montessori area. In addition, we are still helping him to strengthen his gross and fine motor skills.
OB does not have any problems socialize with his friends. He likes to run and climb with his boy friends.
Teacher,
Risca JN
OB adalah murid termudah, ketika masuk umurnya masih 18 bulan diantara anak-anak 2,5 tahun tapi badan nya sama seperti anak 3 tahun! Dengan murid terbatas dan guru yang professional dibidangnya aku beruntung sekali bisa menyekolahkan OB disana. OB bisa enjoy bermain dengan anak-anak yang bertutur dan berprilaku baik. Dengan begitu OB belajar menyerap kata-kata bagus *tdk kasar..* dari sekelilingnya. OB senang, aku pun senang… Nikmatilah masa kanak-kanakmu sayangku.
Thursday, September 28, 2006
Some photos to share
Lumayan lama yah tidak ada kabar baru dari kami. Begitulah OB mulai cerewet, kosa kata semakin banyak sampai mous nya tidak sempat lagi nyatet berapa jumlahnya. Bisa ngobrol asyik dengan dia karena pasti dijawab walaupun cuma dengan ya atau mau... yah gitu deh saat ini lagi demen banget ngucapin dua kata itu.
Kalau aku bilang: B mous *mom* mau pergi, B dirumah sama aunty saja yah.
Jawabnya pasti ya, tapi begitu aku menuju pintu pasti deh langung ngejar dan merengek minta ikut hahahaha...
Susah juga ngebedain kata mau *suka* dengan mau *tidak suka*. Sebenarnya ini sama seperti pengucapan logat orang Manado berbicara. Mereka suka bilang suka atau tidak suka dengan mau. Penekanannya mau yang suka diucapkan cepat dan mau tidak suka diucapkan panjang dan bergelombang *?@!* ditambah mimik yang agak cemberut.
Sama deh dengan OB padahal tidak ada yang ngajarin.
Foto disebelah ini diambil pagi tidak lama setelah bangun tidur. Sejak umur 9 bulan, OB sudah mulai pup di closet. Ibuku tuh yang telaten ngajarin tiap pagi jika kebetulan kita nginap di Depok. Setelah berdoa OB digiring masuk kamar mandi, biarpun belum mau pup yah tidak apa-apa ditungguin sambil baca buku. Hehehe.. iya nih buku memang bawaan yang wajib dibawa!
Yah.. begitulah kesukaan baca ku dan Alex ternyata turun ke OB, dan percis banget seperti aku yang nenteng2 koran atau buku ke toilet. Acara mandiku bisa jadi 1 jam bahkan lebih tergantung berita yang ku baca.
Yah... samalah seperti jagoan kecilku. Hehehehe..
Di Bogor udara lagi panas banget belakangan ini, mau bereng dikolam juga tidak bisa karena selama puasa kebanyak kolam renang disini tutup dan baru buka menjelang waktu berbuka puasa. Kasihan Ob yang memang sudah agak lama tidak berenang lagi.
Akhirnya aku akalin saja supaya OB bisa tetap main air yaitu dikamar mandi kami. Isi dengan air hangat penuh-penuh dan biarkan dia main sesuka hati sampai lantai kamar mandi banjir oleh cipratan air dimana-mana. Hehehehe murah meriah dan tidak perlu keluar rumah.
Seiring dengan bertambahnya umur, pola makan OB juga mengikuti kami yang dewasa. OB doyan makan apa saja *yg penting kurangi garam dan gula*. Seperti kebiasaan Alex minun juice sayuran tiap pagi yang terdiri dari campuran wortel, sledri, paprika hijau, dll yang buat aku sendiri baunya saja sudah membuat mual apalagi rasanya. Walahh.. tidak deh!
Tapi OB dengan santainya minum juice ajaib itu.. tidak ada tampang aneh dimukanya saat minum bahkan nambah. Akhirnya sejak sebulan lalu tiap pagi, OB mulai ikutan daddynya minum juice sehat rasa ajaib itu ihhhh....
Emang deh yang namanya juice Ob suka banget, buat minum disekolah pasti ada satu botol juice. Gurunya sampai heran-heran gitu ngeliat OB tiap kesekolah kenyang dengan minum juice saja saat break.



Thursday, September 07, 2006
Kocok dan bakar terus...
Sayangnya Alex tidak menyukai kue buatan istrinya. Saya malah disuruh belajar bikin roti hitam atau apalah namanya yang keras seperti batu dan tidak ada rasa manisnya. Bebas lemak katanya! Tahun lalu pulang dari kerja di... mana yah? eh kok lupa yah, kayaknya bukan Tajikistan krn dia kesana 2 tahun lalu. Ah, apalah namanya di Eropa Timur sana, dia belikan buku The Handmade Loaf yang hanya saya lihat-lihat saja, sampai akhirnya kemarin dulu Alex telp Toko Shalimar di Pasar Baru jika mereka punya whole wheat and whole rye. Ihhhh segitunya deh...
Oh... indahnya jika didukung sama suami yang doyan makan kue. Saya juga suka bahkan demen banget sama Roti tapi tidak seperti adik saya yang rasanya tidak bisa hidup sehari tanpa mengigit sepotong roti duuuuhhh...
Tau tidak? setelah ini ada 6 telur, tepung, dan susu yang sudah menunggu untuk dikocok. Sponge Cake. Lagi? Yap kali ini rasa Pandan dan besok giliran Carot Cake, penasaran kalau yang ini apakah Mintje juga suka?
Resep akan ditulis di Resep Jackie kalau sudah selesai bakar-bakar kue.
Saturday, September 02, 2006
BAP & Cerita lainnya
Bogor dari teras Bumi.
Bumi Awas Paninga. Bumi artinya rumah atau vila, Awas Paningal nama pasir tempat Bumi berada. Bunga Dadap dijadikan simbol karena ada beberapa pohon Dadap disana. Lagipula merah diantara hijaunya pohon kelihat indah.
Letaknya di Desa Tajurhalang dari Bogor cuma 45 menit, kalau kesini arahnya bukan ke Puncak tapi kearah Istana Batutulis trus turun kebawah menuju jalan pintas ke arah Sukabumi.
Beda dengan puncak yang rame, disini sangat tenang dan tempatnya diujung berbatasan dengan hutan pinus. Tidak lama lagi BAP siap menerima tamu karena bangunan yang dulunya gudang saat ini sedang direnofasi dan diubah menjadi ruangan luas yang bisa menampung orang dalam jumlah yang agak banyak. Siapa tahu rejeki datang dari sana...
Gunung Salak dibelakang Bumi.
Malam hari kalau kita memandang kedepan akan terlihat lampu-lampu dari Rancamaya, sebelah kirinya ada Bogor dan disebelah kanan arah Sukabumi. Dibelakang Rancamaya.. jauh diatas sana terlihat lampu-lampu dari arah Puncak. Kalau cuaca lagi cerah dan bersih wah bagus banget.
--------------------- Local Wildlife
Jim teman saya yang di Australia mengirim foto ini, katanya diambil dari teras rumahnya di Cairns sana. Ngiri saya ngeliatnya bagaimana kakatua sebanyak itu bisa bebas berterbangan. Coba yah kalau kejadiannya disini...
Thursday, August 17, 2006
iiiiiiiiiiiiihhhh pipiku



Mingir.. mingir, ada preman Bogor datang!!
------------------------
Bersih bersih...
Sejak bulan lalu Ob suka ikutan sibuk jika aku bersih-bersih rumah.. nyapu atau lagi ngerjain apa kek.. pasti dia teriak mau mau.... Maksudnya Ob juga mau kerja aka bantuin. Ayo OB kita bersih bersih...
Sekarang OB sudah 18 bulan, kosa kata nya makin bertambah padahal bulan July lalu baru 50an sekarang aduh tdk sempat lagi ditulis deh soalnya cepet banget perubahannya.. mungkin karena OB sekolah kali yah? tapi yah gitu deh kata-katanya campur aduk bahasa dan english... selain itu Ob juga mulai lancar nyusun kalimatnya sampai aku sendiri suka takjud.
Aku bersyukur banget nemuin sekolah ini buat OB krn deket banget dari rumah trus pelajarannya sesuai dgn yang aku mau. Maksudnya bukan belajar membaca dan menulis atau komputer, oooooooh ngak lah. Main-main, nyanyi, ketrampilan2 yang fun gitu deh.. sesuai dgn umurnya. Soalnya nih lingkungan rumah kami di Bogor ini sepi dari suara anak2 seusia OB. Sedangkan di Dpk, aku ngak ngijinin OB main dengan anak tetangga.. hmmm nakal dan bahasanya jorok banget. Untung lah sekarang OB bergabung dengan teman-teman santun. Sempet heran juga kalau lagi break, anak yang agak besaran saling menjaga yang kecil seperti OB gitu apalagi kalau OB tdk bisa diam *sering banget nih* pasti deh ada yang negur.. OB sini...
--------------------
Kapan yah selesainya?
Aku masih giat ngerajut cuman... ngak selesai selesai juga yah... Malu mau dipasang fotonya nanti kalau sudah agak berwujud hehehe... kapan yah???




